Prodi Teknik Industri UNIPMA dan UNTAG Surabaya Bahas Evaluasi Kurikulum Berjalan melalui Focus Group Discussion 

Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Program Studi Teknik Industri Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya pada Senin (27/7/2026) pukul 13.00 WIB di Lantai 4 Laboratorium Terpadu Universitas PGRI Madiun. Kegiatan ini mengangkat tema Evaluasi Kurikulum Berjalan sebagai bagian dari implementasi kerja sama akademik melalui Implementation Arrangement (IA) yang telah disepakati antara kedua program studi.

FGD menjadi wadah strategis bagi kedua institusi untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum yang saat ini diterapkan, sekaligus berbagi pengalaman, praktik baik (best practice), serta merumuskan berbagai rekomendasi dalam rangka pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia industri, perkembangan teknologi, dan kebijakan pendidikan tinggi.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan dihadiri oleh pimpinan program studi, dosen, serta tim pengembang kurikulum dari kedua perguruan tinggi. Berbagai aspek menjadi fokus pembahasan, mulai dari capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur kurikulum, implementasi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), integrasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), hingga strategi peningkatan kualitas lulusan agar memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasasional.

Ketua Program Studi Teknik Industri UNIPMA, Aloysius Tommy Hendrawan, S.T., M.T., menyampaikan bahwa evaluasi kurikulum merupakan proses yang harus dilakukan secara berkelanjutan agar penyelenggaraan pendidikan tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.

"Melalui forum diskusi ini, kami memperoleh banyak masukan yang konstruktif dari Prodi Teknik Industri UNTAG Surabaya. Harapannya, hasil evaluasi ini dapat menjadi dasar penyempurnaan kurikulum sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri masa depan," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Program Studi Teknik Industri UNTAG Surabaya mengapresiasi kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pengalaman dalam pengelolaan kurikulum. Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui implementasi kerja sama yang nyata.

Pelaksanaan FGD ini merupakan tindak lanjut dari Implementation Arrangement (IA) yang telah terjalin antara Program Studi Teknik Industri UNIPMA dan Program Studi Teknik Industri UNTAG Surabaya. Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup evaluasi dan pengembangan kurikulum, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran narasumber, serta pengembangan kegiatan akademik lainnya.

Melalui kegiatan ini, kedua program studi menunjukkan komitmen bersama untuk terus membangun budaya peningkatan mutu secara berkelanjutan. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu menghasilkan inovasi dalam pengembangan kurikulum serta memperkuat kualitas lulusan Teknik Industri yang unggul, profesional, dan mampu menjawab tantangan dunia industri yang terus berkembang.