Fakultas Teknik UNIPMA Gelar Kuliah Umum Bersama Persatuan Insinyur Indonesia, Bahas K3L Era Industri 4.0 dan Society 5.0 

Fakultas Teknik Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) menyelenggarakan kuliah umum dengan menghadirkan narasumber dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sebagai bagian dari upaya peningkatan wawasan, kompetensi, dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia industri modern. Kegiatan ini mengangkat tema “K3L Era Industri 4.0 dan Society 5.0: Tantangan bagi Mahasiswa”.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bapak Rektor Universitas PGRI Madiun, Ibu Wakil Rektor Bidang II, serta Ibu Dekan Fakultas Teknik, sebagai bentuk dukungan pimpinan universitas terhadap penguatan wawasan profesional dan karakter mahasiswa di bidang keteknikan.

 

Sambutan Pertama oleh Bapak Ir. Teguh M Susatya, M.T., selaku Ketua PII Cabang Kota Madiun, kemudian dilanjutkan oleh Bapak Rektor Universitas PGRI Madiun yaitu Bapak Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd sekaligus membuka acara Kuliah Umum K3L Fakultas Teknik.  

Kuliah umum ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, ST., MT., IPU., ASEAN Eng, seorang akademisi yang aktif menjadi Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia, sebagai narasumber utama. Acara dipandu oleh Puguh Jayadi, S.Kom., M.Kom, yang merupakan dosen di lingkup Fakultas Teknik UNIPMA, dan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta.

 

Dalam pemaparannya, Prof. Agus Taufik Mulyono menekankan bahwa penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) tidak lagi dapat dipandang sebagai aspek pelengkap, melainkan menjadi bagian strategis dalam sistem kerja di era Industri 4.0 dan Society 5.0. Transformasi digital, otomatisasi, kecerdasan buatan, serta integrasi sistem siber-fisik membawa peluang besar, namun juga menghadirkan risiko baru yang harus dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.

“Mahasiswa sebagai calon insinyur harus memahami bahwa K3L adalah fondasi utama dalam setiap aktivitas keteknikan. Tidak hanya soal keselamatan diri sendiri, tetapi juga keselamatan tim kerja, masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan,” ujar Prof. Agus.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa untuk menjadi insinyur yang berkualitas, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai aspek teknis dan akademik. Seorang insinyur dituntut untuk memiliki profesionalisme, integritas, dan nilai humanistik dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan pekerjaan.

“Insinyur masa depan harus profesional dalam kompetensi, berintegritas dalam sikap, dan humanistik dalam berpikir. Artinya, setiap solusi teknik yang dihasilkan harus berpihak pada keselamatan manusia, etika profesi, serta keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.

Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan ketertarikan mahasiswa terhadap isu K3L dan peran insinyur di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari kesiapan mahasiswa untuk profesi insinyur, keterlibatan insinyur pada industri, hingga tantangan implementasi K3L di industri berbasis teknologi.

Moderator Puguh Jayadi, S.Kom., M.Kom., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kuliah umum ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan dunia profesi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan teoritis, tetapi juga gambaran nyata tentang tuntutan dan tanggung jawab profesi insinyur di era global.

 

Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Fakultas Teknik UNIPMA menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan, kesehatan kerja, dan kelestarian lingkungan. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan karakter dan kompetensi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas PGRI Madiun.